Google

Indonesia Tax Consultant Services


Indonesia Tax Consultant Services
Indonesia Tax Consultant Services
Indonesia Tax and Accountancy Consultant Services

Call 021-73888872
Email : cheriatna@gmail.com
Office : Jl.Mawar 36 Bintaro Jakarta Selatan 12330

Wednesday, September 5, 2007

Pengusaha AS Tanyakan Masalah Pajak

Pengusaha AS Tanyakan Masalah Pajak

Sekitar 50 pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam Lembaga Bisnis Amerika Serikat-ASEAN mempertanyakan hambatan perpajakan yang masih mengganjal upaya perbaikan iklim investasi di Indonesia.

Keluhan atas perpajakan disebabkan mekanisme pengurusan pajak yang masih rumit. Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengungkapkan hal tersebut seusai menerima kunjungan pengusaha AS yang dipimpin Presiden US-ASEAN Council Matthew P Daley di Jakarta, Senin (9/10).

Menurut Boediono, keluhan terhadap masalah perpajakan disampaikan bersamaan dengan berbagai keluhan lain, di antara nya masalah perizinan. Menanggapi keluhan itu, Boediono mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya perbaikan secara bertahap.

"Minat investor Amerika cukup tinggi, terbukti mereka akan kembali ke Indonesia pada Januari mendatang. Minat juga terlihat dari jumlah delegasi yang bertambah dan dengan sektor yang lebih banyak," katanya.

Belum berkomitmen Para pengusaha itu, ujar Boediono, belum menyampaikan komitmen usaha sebab masih mencoba melihat sektor usaha yang paling tepat untuk dimasuki. "Salah satu sektor usaha yang paling diminati adalah bidang perminyakan dan otomotif," katanya.

Badan Pusat Statitistik (BPS) menyebutkan, ekspor Indonesia ke AS pada Januari-Agustus 2006 sebesar 7,1 miliar dollar AS atau meningkat sekitar 900 juta dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2005 yang sebesar 6,2 miliar dollar AS.

Sementara itu, impor dari AS periode Januari-Agustus 2006 sebesar 2,82 miliar dollar AS atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,56 miliar dollar AS.

Matthew P Daley mengatakan, masalah perpajakan yang paling menonjol adalah penetapan nilai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) di sektor otomotif. Para pengusaha AS menyarankan agar Pemerintah Indonesia menetapkan PPnBM didasarkan pada nilai kendaraannya, bukan dari tipe body dan mesinnya.

Sebagai tindak lanjut kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke AS, ujar Matthew, pekan ini telah datang delegasi bisnis dari AS yang akan menawarkan pembuatan pabrik di Indonesia. (DIN)

Sumber : Kompas, 10 Oktober 2006

No comments:

Google
Google Groups
Forum Melilea Indonesia
Visit this group
Share on Facebook
Kata-kata Hikmah..! Jelang Pemilu, Jangan Golput ! Di Pemilu 2009